Maftuh Fauzi : Pahlawan ???

Maftuh Fauzi, mahasiswa yang meninggal akibat tragedi UNAS, mendapatkan gelar Pahlawan Rakyat oleh sebuah kelompok aktivis mahasiswa pada tanggal 23 Juni 2008 di Tugu Proklamasi. Hmm, anda pasti bertanya - tanya, “Apa sih yang telah dia perbuat sehingga bisa diangkat sebagai pahlawan ?”, “Dia berjuang melawan siapa sih ?”, atau mungkin “Siapa sih Maftuh Fauzi ?”. Saya sebagai seorang mahasiswa, hanya bisa bertanya “Apa dia telah membuat Indonesia lebih baik ?”. Bisa dibilang, postingan saya saat ini mungkin sudah jauh terlambat dibandingkan dengan waktu terjadinya kejadian ini. Namun sampai sekarang saya masih tidak habis pikir, “Kenapa anarkisme bisa dianggap sebagai perjuangan ?”. Jujur aja, demo mahasiswa saat ini terlihat seperti kumpulan orang primitif yang hanya bisa bertindak dengan OTOT, bukan dengan OTAK. Norak, kampungan, anarkis, dan egois.

Gelar pahlawan yang saya tahu selama ini, didapatkan oleh para pahlawan kita dengan susah payah. Bung Karno, Bung Hatta, Budi Utomo, dkk, apabila masih hidup tentu kebingungan melihat kondisi para pemudanya yang seperti ini. Saya pernah mendengar pepatah, “Suatu negara tidak akan pernah bisa maju apabila rakyat belum percara terhadap para pemimpinnya”. Kalo dilihat dengan kondisi sekarang, pepatah ini ada benarnya juga.

Yang sekarang saya ingin tanyakan kepada para mahasiswa yang berdemo, “Apa kalian punya otak ?”. Kalo jawabannya iya, tentu hal - hal anarkis yang terjadi kemarin - kemarin tidak akan terjadi atau terulang kembali. Kalo jawabannya tidak, maaf, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh. Anda bisa berusaha untuk berpikir kembali (dengan otak anda sendiri tentunya, bukan otot !!!)

Salam..

Leave a Reply

Not a Diary, Not a Biography, Just Nothing